Int. Ilustrasi. Namanya Putra, kesehariannya sebagai siswa kelas enam sekolah dasar di Makassar dikenal anak yang pandai. Sejak tingkat dua, ia telah pandai membaca dan berhitung. Namun tak seperti siswa pada umumnya yang sepulang sekolah dapat bermain atau belajar atau bahkan beristirahat, Putra justru harus ke salah satu rumah sakit. Bukan tuk berobat, namun untuk mencari nafka sebagai juru parkir di area luar rumah sakit. Lokasi itu, katanya, daerah 'kekuasaan' ayahnya. Mulai jam tiga sore anak ke enam dari sembilan bersaudara ini telah bermain dengan asap kendaraan. Kepanasan saat cuaca cerah tanpa mendung, kedinginan diwaktu malam tiba. Setelah larut malam, sekitar jam sebelas, barulah ia dijemput sang ayah dengan sepeda motor. Perannya sebagai juru parkir mengajarkan Putra tuk jadi anak yang keras. Jika ada pengguna kendaraan yang tak bayar parkir maka ia akan menggemboskan kendaraan itu. "Saya biarkan saja. Saya catat DD nya (nomor polisi un...
Komentar