Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Bagaimana Status Kerja Pekerja yang Tidak Dikontrak?

Gambar
Setiap pekerja berhak mendapatkan kepastian hukum dalam bekerja, seperti kepastian status kerja, upah, dan jenis pekerjaan. Terkait status kerja, peraturan perundang-undangan telah menegaskan agar setiap perjanjian kerja -khususnya dengan waktu tertentu- disyaratkan melalui perjanjian kerja tertulis. Ketentuan ini termaktub dalam Pasal 57 UU 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah melalui UU 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Belaid ini dimaksudkan agar pekerja mendapatkan kepastian status kerja oleh pengusaha. Sebab, jika syarat ini tidak ditegaskan akan berpotensi menimbulkan ketidakpastian ketika pengusaha mempekerjakan pekerja namun tidak disertai perjanjian kerja. Sehingga pekerja bisa saja tidak dapat menuntut hak-hak mereka jika di kemudian hari terjadi pemutusan hubungan kerja. Peraturan perundang-undangan menegaskan, perjanjian kerja dengan sistem PKWT wajib dilakukan dengan perjanjian kerja tertulis. Sehingga apabila tidak dilakukan secara tertulis maka per...

UU CIPTA KERJA DAN PERJANJIAN KERJA PERBURUHAN

Gambar
ilustrasi/freepik.com Pengesahan UU Cipta Kerja  membawa sektor perburuhan ke arah yang baru.   Beleid  anyar ini mengubah pengaturan pada hubungan industrial di tanah air. Salah satunya pengaturan tata cara perjanjian kerja.  UU Sapu jagat ini banyak menimbulkan kemarahan pekerja sejak sebelum diketok. Penyebabnya pengaturan di dalamnya dipercaya hanya mengakomodir kepentingan pengusaha sahaja. Misalnya pengaturan mengenai kontrak kerja pada perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang kini bisa dilakukan dengan lisan.  Pasal 2 ayat (2)    PP 35 tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Data, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja , menyebutkan perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan.  Pengaturan perjanjian kerja itu membuka cela bagi pengusaha untuk mempekerjakan pekerja tanpa adanya perjanjian tertulis. Padahal jika mengacu pada pengaturan sebelumnya, perjanjian kerja pada sistem kerja PKWT, hanya...

Kembalikan Pedang dan Timbangan sang Dewi

Gambar
      Tak Ada Lagi Keadilan, yang ada tertinggal hanyalah arogansi. Setelah kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Bangunan keadilan bangsa yang retak kini benar-benar hancur. Tak banyak lagi yang ingin menyerahkan hidup mereka pada keputusan hakim.        Beberapa hari berselang penetapan tersangka si Akil, digelarlah  sidang perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Maluku di gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (14/11/2013) siang. Hakim mengetuk palu dan memutus perkara. Hasilnya tak ada gugatan yang diterima, artinya hasil keputusan KPU Maluku, dua pasangan berhak maju ke pemilihan putaran kedua tetap dijalankan. Dua pasangan maju ke putaran kedua : Pasangan Abdullah Vanath- Martin Maspaitella (DAMAI) dan pasangan Said Assagaff- Zeth Sahuburua (SETIA). Int.Google     Keputusan itu tak diterima pasangan yang merasa dirugikan. dengan kekuatan massa, mer...

Api

Gambar
       Di subuh buta, sekitar jam tiga dini hari terjadi kebakaran di salah satu rumah berlantai dua di area pemondokan mahasiswa Unhas jalan Poltek, Jumat (4/10). Kejadian itu tepat di belakan gedung Workshop Unhas. Bangunan ruko yang digunakan sebagai tempat usaha cuci pakaian, warnet, dan penjual jajanan itu terus mengeluarkan lida-lida api. Ratusan warga yang hampir semuanya mahasiswa Unhas meninggalkan kasur mereka untuk memmbantu memadamkan kobaran si jago merah yang mengamuk. Untukngnya lokasi itu tak jauh dari jangkauan kendaraan pemadam yang disiapkan Unhas. Dengan kerjasama semua orang disana, api tak meluas ke rumah lain.        Setelah tiga jam, berkali-kali mobil pemadam diisi ulang, dan puluhan ember air telah disiramkan ke kobaran api, akhirnya membuahkan hasil. Merah panas berganti asap putih tebal. Sejumlah mahasiswa kemudian menerobos asap, lalu masuk di tengah banguna yang telah hangus dengan mengarahkan pipa pemadam yang ...

Kesehatan Gratis, Untuk Siapa?

Catatan Talkshow   “Pelayanan Kesehatan Gratis di Sulawesi Selatan”   yang digelar BEM FK Unhas di Auditorium Prof Amiruddin, Jumat (6/4/2010). Kesehatan Gratis, Untuk Siapa? Pada   yang digelar untuk   memperingati Hari Kesehatan Dunia yang bertepatan 7 april lalu, berbicara soal pelayanan kesehatan gratis tuk masyarakat. Layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas menjadi salah satu hak dasar warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Tindak lanjut kebijakan pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang pemenuhan hak dasar pelayanan kesehatan yaitu pemberian kesehatan gratis bagi penduduk-nya. Program Kesehatan Gratis ini ditujukan tuk semua penduduk yang berdomisili di Sulsel. Asal tak terdaftar sebagai anggota Jamkesmas dan Askes. Hal itu karena Jamkesmas maupun Askes,   merupakan program pemerintah. Walaupun ada persamaan sebagai program pemerintah, antara Jamkesmas, Askes dan Program Kesehatan Gratis memiliki perbedaan. Jaminan Kes...

Masyarakat Pojok Makassar

Di kota hidup beragam manusia dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Status ekonomi yang berbeda. Ada yang memiliki modal dan usaha serta menguasai roda perekonomian. Hidup diperumahan mewah dengan fasilitas umum yang lengkap. Ada kalangan menengah yang umumnya bekerja di sektor formal. Dan ada kalangan bawah yang umumnya bekerja lepas (nonformal). Sekian persen dari masyarakat bawah inilah yang hidup di pojok kota, khususnya Makassar. Dengan alasan itu pula, Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi (UKMF)   Unhas mengangkat tema “Pojok Makassar” pada pameran pojok Diksar XXI kali ini. Pameran yang mengumpulkan potret masyarakat yang sebagian besar berada di “Pojok Makassar” yang direkam melalui lensa anggota poket UKMF. (Tulisan ini kubuat tuk narasi yang menceritakan alur pada pemeran foto UKMFotografi Unhas, 10-15 Maret 2013). Laiknya kota besar lainnya, Makassar pun membutuhkan peran dan kehadiran masyarakat miskin. Setidaknya itu memberi isyarat bagi masyarakat miskit tuk tet...

Kuda Laut Setia Nampaknya Hanya Mitos

Gambar
Suara bising terdengar di penjuru koridor Jurusan Kelautan Unhas. Puluhan mahasiswa memenuhi ruang tersebut. Namun berbeda dengan Ruang Laborotorium Penangkaran rehabilitasi dan ekosistem.   Sosok pria berkumis lebat tengah sibuk dengan aquariumnya. Senyum nan ramah tergurat diwajahnya saat reporter identitas, Mustafa menemuinya, Rabu (2/2). Pria tersebut adalah Dr Ir Safiuddin Msi, seorang dosen Jurusan Ilmu kelautan Unhas. Piyu-sapaan akrabnya-begitu cinta pada hewan laut. Perasaannya itu tumbuh sejak ia menjalani kuliah Jurusan Budidaya Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, 1985-1990 silam. Berbagai penelitiannya pun kebanyakan berkutat dengan aquarium. Belakangan, ia tersohor berkat penelitiannya mengenai sifat kuda laut. Setelah menyelesaikan studinya di Unhas, Pria kelahiran Ujung Pand a ng ini melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Budidaya Perairan. Tak puas dengan gelar Magister Sains yang diperolehnya, ayah tiga anak ini melanjutkan studi di ...

‘KUM’ Atawa Bibit Unggul Zaman Akhir

Gambar
Tulisan ini merupakan Intisari   Pementasan Teater, Karya Al Ilham Rahman Rachomi yang Disutradarai   Abdul Rahman. Digelar Oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Kampus Unhas.   Di Gedung AP Pettarani, Sabtu, (2/4). C erita diawali percakapan sang tokoh utama dengan Tuhan. Menggambarkan proses kelahiran manusia. Sang tokoh digambarkan sebagai seorang lelaki yang mencari arti kehidupan dari tokoh Descartes, La Galigo, dan Al Gazali. Sang Tokoh lahir pada tempat busuk, di kumpulan sampah. Dia tumbuh menjadi remaja biasa.  Dia belajar mengenal kehidupan dari interaksinya bersama sampah-sampah. Di sana pulalah Sang Tokoh menemukan sebuah buku dari ketiga tokoh yang manginspirasi hidupnya. Sang Tokoh hampir tak mampu membedakan antara menusia dengan sampah.   Hal itu terjadi saat berjumpa dengan Manusia I. Sang Tokoh bertemu Manusia I dan bertanya mengenai apa siapa sebenarnya yang ada di hadapannya. Manusia I menjawab pertanyaan Sang Tokoh, namun jawaban it...

Eastman Menemukan Kamera dengan Roll Film

Gambar
Belakangan ini   istilah fotografi telah menjadi hal yang lumrah. Bukan hal hal yang langka untuk melihat seorang yang mententeng kamera. Namun siapa yang tahu sejarah dari lahirnya kamera. Seiring berjalannya waktu,   ribuan foto telah   diambil di seluruh dunia.   Akan tetapi sedik dari pecinta foto mengetahui tentang   George Eastman, pria yang   merevolusi fotografi dan membawanya ke dalam dunia nyata. Eastman adalah anak bungsu dari George Washington Eastman dan Maria Kilbourn Eastman. Eastman memiliki dua kakak perempuan, Emma Kate dan Ellen Maria.   George Eastman lahir disebuah rumah sederhana di Waterville, sekitar 20 mil sebelah barat daya dari kota New York, tanggal 14 Juli 1854.   Pada usia enam tahun , George dan keluarganya pindah dari Waterville   ke Rochester karena mengikuti sang ayah yang bekerja disana. Ia sempat dikeluarkan dari sekolah menengah dan mulai bekerja sebagai petugas kantor pada usia 14 tahun. Dia memulai ...